Jigong
November 28th, 2008 by greeny-meKalau ditanya, “pernah ga periksa ke dokter?” Setiap orang paling tidak menjawab “iya, pernah”. Meskipun barangkali hanya satu kali seumur hidupnya.
Nah kalau lebih spesifik lagi, “pernah ga periksa ke dokter gigi?” Pasti jawabannya ga sama. Boleh jadi yang menjawab “belum pernah” lebih banyak ketimbang yang “sudah pernah”. Saya adalah salah satu dari kebanyakan orang itu.
Pekan lalu ada ilham saya harus memeriksakan gigi. Bukan karena sakit gigi, tapi karena setiap kali menggosok gigi, ada saja yang berdarah. Kondisi ini bukan hanya sekali, dua kali, tapi berkali-kali. Tapi, biasa, saya menganggapnya enteng.
Kali ini, saya merasa harus memeriksakan gigi. Soalnya sudah tiga hari berturut-turut kondisi ini tidak juga mereda. Salah juga sih ya, ke dokter karena merasa sakit. Padahal harusnya kan preventif. halah gayanya…
Pagi itu saya ke Puskesmas. Katanya sih, murah. Hehe…ga mau rugi ya? Saya menunggu satu jam lamanya sampai si dokter datang. Sayalah pasien pertama.
Di dalam kamar periksa, gigi saya tidak langsung “dioprek”. Saya lebih banyak diajak bicara tentang bagaimana saya hidup. Artinya, bagaimana pola hidup saya. Barulah saya diperkenankan menaiki kursi khas dokter gigi. She said “Giginya bagus ko. Rapi. Perawatannya juga baik”
Cieh…senangnya. Tapi kemudian “Ya, karena belum pernah datang ke dokter gigi, jadinya karang giginya numpuk” Huwa….pengen nangis!!! “Tapi karang giginya ga banyak ko. Sebentar dibersihkan juga beres”. Tanpa ba bi bu lagi, saya ok-in.
Benar saja, ketika dibersihkan, dokternya baru sadar kalau gusi saya sering berdarah. Rupanya, gusi saya tergolong sensitif. Jadinya saya disarankan rajin minum vitamin C. Atau paling baik, ya makan buah-buahan.
Lumayan tidak sampai satu jam mulut saya bersih sekali. Agak-agak linu sih, tapi wajar saja lah. Kan alatnya dari baja tahan karat. Kena gigi ya jelas ngilu. Yang penting hasilnya. Gigiku bersih dan nafasku HAH!!!Segar…
Harganya???? Hm… Rp 100 ribu aja tuh. Dan ternyata harga yang sama juga ditarifi oleh dokter gigi yang praktek sendiri (ini kutahu dari ibu-ibu yang ngobrol denganku sepulang dari Puskesmas). Jadi, ga ada salahnya ko ke Puskesmas. Pelayanannya pun memuaskan. Haha…jadi humas Depkes nih…